Agar Tidak Terjebak dalam Pernikahan Yang Salah

Memulyakan pasangan bisa dimulai dari cara seseorang dalam mendapatkan jodohnya. Apakah pada saat perkenalan, melamar sampai pernikahan. Tentu orang yang memang serius dan memulyakan pasangan akan menempuh jalan secara terang-terangan ketimbang secara diam-diam atau yang lebih kita kenal dengan nikah sirri.
Agar Tidak Terjebak dalam Pernikahan Yang Salah

Jodoh bukanlah perkara main-main. Kita harus belajar dari pengalaman banyak orang yang menderita karena jalan jodoh atau pernikahan yang salah. Agar tidak terjebak pada kesalahan yang sama sehingga tidak ada yang menjadi korban. Baik korban perasaan maupun korban nama baik. Apalagi jika dalam pernikahan tersebut sudah lahir seorang anak, tentu kita mesti mempertimbangkan secara matang.

Baca juga : Cara Mudah Move on Setelah Patah Hati atau diputusin Pasangan

Seperti kisah yang sedang marak diperbincangkan sekarang ini, patut  kita jadikan pelajaran. Kisah pernikahan bupati garut  dengan fani oktora yang hanya bertahan selama empat hari, selain pernah menikahi Fani, ternyata Aceng juga pernah menikah dengan Sinta Larasati , namun hanya 1 bulan dan kemudian dicerai lewat pesan singkat.

Bila benar beritanya maka, Kemungkinan aceng menafsirkan Agama hanya mampu sebagiannya sehingga dalil apapun yang ia gunakan hanya di ambil berdasarkan kepentingan dirinya sendiri/ subyektif tanpa melengkapi maupun membandingkan dalil2 peringatan. Seperti menggunakan dalil tsulasa wa ruba' misalnya, tapi tanpa pernah mencomot ayat selanjutnya. Tentu ini tidak bisa dibenarkan oleh Agama.

Baca juga : Cara Mendapatkan Pasangan Ideal di zaman milenial

Agar tidak terjebak pada kesalahan yang sama, terutama bagi wanita harus berhati-hati ketika memilih calon pendamping hidup, sebagai wanita atau orang tua pihak wanita harus bisa menimbang-nimbang secara matang tentang sosok laki-laki yang akan menjadi pendamping hidup anak wanitanya.

Pertama, hindari silau dengan harta, jabatan atau rayuan laki-laki. Sebab yang terpenting atau kriteria terbaik untuk calon pria adalah yang baik agamanya, ini berhubungan dengan akhlak yang bisa kita lihat dari cara dia memperlakukan wanita dan bergaul di lingkungan sosialnya.

Baca juga : Beberapa Kesalahan Perempuan Dalam Menjalin Hubungan

Akan lebih baik bagi anda seorang wanita atau orang tua menanyakan prilaku seorang pria yang telah melamar atau berkeinginan menikah dengan anda atau anak perempuan anda dengan menanyakan  pada keluarga, teman atau tetangganya, bagaimana keseharian dia dan sebagainya. Jangan buru-buru menerima kalau sebelumnya anda belum kenal baik dengan pria tersebut.

Kedua, jaga diri dan pergaulan dengan baik. Siapapun pasti menginginkan yang terbaik untuk dirinya, termasuk jodoh yang baik. Akan lebih baik jika anda memulai dari diri anda sendiri.  Jadi, bila anda ingin jodoh atau pasangan yang baik secara otomatis anda harus memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum anda menginginkan jodoh yang baik.

Baca juga : Begini Cara Cepat Agar Dilamar Pacar

Setelah anda mampu untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit, selanjutnya anda juga harus bersama dan bergaul dengan orang-orang yang baik. Sebab kebanyakan orang bertemu dengan jodohnya tidak jauh dari lingkaran pergaulannya.
Advertisement